Blog Sebelah

Ikon

Salin Artikel Tanpa Filter

About

This is an example of a WordPress page, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many pages like this one or sub-pages as you like and manage all of your content inside of WordPress.

9 Responses

  1. Fahmi mengatakan:

    Mohon Maaf Bapak siapa sebenarnya.
    Tulisan2 Bapak implikasinya sangat serius, andaikan benar lho..
    Mohon maaf bagi Saya penting sekali menimbang track record penulis untuk validitas tulisannya.
    Saya sejak lama memperhatikan PKS. Sejak lama pula uneg2 saya terpendam.
    Tapi sekali lagi Bapak Penulis BlogSebelah ini siapa sebenarnya…???

    Kalau Anda berkata bahwa Anda ini pengamat, Anda pengamat dari dalam atau dari luar?
    Kalau saya, sebelum mengamati dari luar, saya sudah ada di dalam semenjak tarbiyah ini belum mendirikan PK. Saya sudah tahu bendera PK sebelum PK didirikan.

  2. ahmad fauzi mengatakan:

    “Karena saat ini, PKS telah berhasil menyusup ke Masjid Al-Barkah, ke pengajian yang diasuh oleh KH. Abdur Rasyid bin Abdullah Asy-Syafi’i. Mereka menyusup ke sana mirip sekali dengan Ulil Abshar Abdalla yang menikahi puteri Gus Mus (KH. Musthofa Bishri). Kader PKS yang kini menjadi pemimpin Lombok, setelah menikah dengan puteri KH Abdur Rasyid, mulai menyusupkan pemahaman-pemahaman PKS ke sana. Hal yang paling mencolok adalah ketika KH. Abdur Rasyid membagi-bagikan keliping berupa sejarah Hasan Al-Banna dan Ikhwanul Muslimin. Bahkan beliau membagi-bagikan al-Ma’tsurat susunan Hassan Al-Banna kepada jama’ah untuk diamalkan. Semoga KH. Abdur Rasyid menyadari kekeliruannya yang mengagumi Hassan Al-Banna. Manusia memang tempatnya salah dan lupa, namun semoga KH. Abdur Rasyid selalu dilindungi dari paham-paham berbahaya seperti paham yang dibawa PKS ini dan juga paham-paham radikal yang coba disuntikkan ke pergerakan-pergerakan Muslimin.”
    ——————————————————————————–
    udah tabayyun?jangan asal tuduh mentang2 PKS lalu dikatakan wahabi. saya juga bukan simpatisan PKS atau partai apapun!
    Alm KH.Abdullah Syafiie dahulu juga ikut berpartai bersama Habib Salim Jindan di Masyumi,tetapi beliau tetap memegang teguh jalan para Habaib,jangan main fitnah.
    KH.Abdurrasyid juga membahas kitab Nashaihuddiniyah juga membaca Aqidatul Mujmalah karangan AlHabib Abdullah bin Alwi AlHaddad.
    AlMatsurat dengan Ratib Alhaddad/AlAthos perbedaanya juga hanya dibagian kirim2 fatehah selebihnya kurang lebih sama dalam hal susunan doa2
    mengenai tuduhan anda,bahwa beliau menyusup di sana menyebarkan wahabisme sebagaimana ulil lak’nnatullah menyebarkan JIL,anda mimpi terlalu jauh!
    muslim yang baik kiranya tidak membuat muslim lainnya tersakiti dengan lidahnya,terlebih lagi fitnah
    dengan segala hormat mohon kiranya dihapus bagian tulisan dari blog anda
    terimakasih saya doakan semoga anda mendapat hidayah,diberi keberanian untuk menampilkan profile anda secara lengkap dengan foto mungkin (jadi orang2 pun tidak berbalik memfitnah anda) dan diberi keluasan hati dalam memandang berbagai hal tanpa berburuk sangka

    amin Ya Mujibassailin

    Dzurriyah AsSyafiie
    Wasalam,

    Sebaiknya Anda yg minta klarifikasi dari saya. Saya ini dah ada di tarbiyah sebelum PK berdiri. I know them. Saya juga paham pemikiran dan strategi mereka. Saya tidak katakan bahwa KH. Abdullah Syafi’i atau pun KH. Abdur Rasyid itu keliru pemahamannya. Saya tahu, beliau2 itu ASWAJA asli. Makanya sangat disayangkan kalau beliau kagum kepada Hassan Al-Banna gara2 ulah menantunya yg PKS itu. Kasihan jama’ahnya kalau sampai ikut2an kagum kpd Hassan Al-Banna. Kasihan kalau sampai jama’ahnya pada masuk PKS.
    Tifatul Sembiring sendiri mengakui bahwa di tubuh PKS memang banyak orang2 berpaham wahhabi, minimal mereka itu tidak bermadzhab dan suka menafsirkan Al-Qur`an tanpa ilmu. Walau meeka bukan wahhabi, tetapi pemikiran mereka mirip wahhabi ada juga yg mu’tazilah. Pokoknya kacau deh…

  3. ahmad fauzi mengatakan:

    anda tahu dari mana?saya bagian dari keluarga,saya lebih tahu dari anda.dari sekarang sampai kiamat nanti gak bakal ada jamaah atau keluarga yang menagung-agungkan Hassan Albanna atau siapapun itu.
    saudaraku, rupanya antum masih belum berani tunjukkin muka asli…husnudzan lebih baik untuk antum daripada berkoar2 d blog ini

    Siapa Anda hingga dapat menjamin seperti itu?
    Aku tak katakan soal mengagungkan, tetapi soal mengagumi. Buktinya KH. Abdur Rasyid membagikan tulisan tentang sejarah Hassan Al-Banna dan juga al-Ma’tsurat. Itu bukti kekaguman beliau.

  4. ahmad fauzi mengatakan:

    Anda siapa bisa mengomentari seenaknya?mungkin beliau open-minded dengan pendapat2 ulama,yah yang jelas beliau lebih mumpuni dari anda.
    mungkin kisah ini ada hikmahnya
    “Suatu ketika di hari Jumat, KH. Abdullah Syafii mengunjungi Buya Hamka di masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta Selatan. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Karena menghormati shahabatnya, maka Buya minta agar KH. Abdullah Syafii yang naik menjadi khatib Jumat.
    Yang menarik, tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali, padahal biasanya hanya satu kali. Rupanya, Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat shahabatnya. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan, bahkan adzan pun ditambah jadi dua kali, semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya”.
    tuh gak harus terpengaruh paham orang lain khan,jika masih dalam bingkai hormat menghormati,mengambil pemikiran2 yang positif tanpa harus teracuni..akur khan?
    Allahummahdi biqaumi fainnahu la ya’lamun..
    salam

    Hehehe….
    Buya Hamka dan KH Abdullah, ummat dah tahu perbedaan di antara mereka berdua.
    Tapi Hassan Al-Banna, apa jama’ah sudah tahu siapa dia? Apa jama’ah sudah tahu apa aliran pemikiran yg dianutnya? Ga banyak orang Indonesia yg kenal Hassan Al-Banna, apalagi pemikirannya, aqidahnya. Kemarin para pembicara di Al-Barkah mengecam habis2an pemikiran Nurcholis Majid. Lalu bagaimana dengan kaum yg suka merasa pantas berijtihad, tidak bermadzhab, merasa pantas menafsirkan al-Qur`an? Tunggu aja gilirannya….🙂

    Kemudian, jika Anda mengatakan bahwa apa yg dilakukan KH Abdur Rasyid itu dalam rangka menghormati, ga gitu caranya. Kok ujug2 beliau membagi2kan al-Ma’tsurat? Dalam rangka apa? Siapa yg dihormati? Kalo kisahnya seperti KH Abdullah dan Buya HAMKA, jelas bisa diterima akal. Buya menyuruh adzan dua kali, karena KH Abdullah kebetulan sedang berkunjung ke situ. Sekarang, dalam rangka apa KH Abdur Rasyid membagi2kan al-Ma’tsurat dan sejarah Hassan Al-Banna? Jelas ini bukan seperti yg Anda duga.

    Sekarang, kalau saya membagi2kan selebaran berisi sejarah Ibnu Taymiyyah, tetapi bukan beliau sebagai seorang mujassimah, melainkan beliau sebagai orang yg mengagumkan, sebagai panglima perang, dsb. Apa yg ada dalam fikiran Anda? Dan kira2 apa yg ada dalam fikiran para pembaca? Pembaca yg awam akan berfikir bahwa Ibnu Taymiyyah itu baik adanya dan mengagumkan. Akhirnya pembaca yg awam ini menerima begitu saja pendapat2 Ibnu taymiyyah yg bertebaran di internet, yg mana kebanyakan dipublish oleh Salafiyyun. Kalo sudah salafiyyun yg publish, tentulah pemikiran ibnu Taymiyah yg sesuai pemikiran mereka saja yg dipublish. tetapi pemikiran ibnu Taymiyyah yg membolehkan tawassul dg Nabi tidak mereka publish.

    Sekarang, kalo jama’ah awam itu sampai kagum kpd Hassan Al-Banna, apa efeknya? Hassan Al-Banna itu pendiri IM. Perpanjangan tangan IM di Indonesia diantaranya adlah PKS. Nah, Anda bisa tebak sendiri deh kelanjutannya.

    Saya sih hanya mengingatkan. Anda terima, Alhamdulillah. Anda ga trima, kebangetan.:mrgreen:

  5. ahmad fauzi mengatakan:

    hehehhe..wan ane n jamaah tau sape tuh ibnu taimiyah,abdulwahab,hassan albanna,bin baz n konco2nya,yang pade kagak maulid,tuh liat jamaah masih pada maulid kalo malem jumat pake hadroh,baca tahlil,yasin,azan jumat dua kali,makanya dateng k mesjid jangan cuma tabligh akbar hari minggu doank,ente gak usah kuatir sama tuh jamaah2,baiknya ente kuatir terhadap diri ente sendiri

    ente mending tabayyun langsung aja ke beliau,ketok pintu rumahnye,ente bilang dah tuh klo ada mantunya berfaham wahabi bla bla bla,padahal beliau itu cucu syeikh zainuddin pancor,lombok,seorang ‘arif billah n ketika AlMusnid Al’allamah AlHabib Umar bin Hafiz kunjung ke jakarta,beliau mampir ke masjid Albarkah mendadak n beliau mantunnya itu menyambut dengan hangat,didoakan n ikut bertabarruk kepada seorang wali,begitu pula terhadap habaib2,shalihin2 lainnya

    biar gak ribet ente mungkin bisa sekalian naik mimbar kasih tau tuh jamaah2,umumin di radio..monggo..selamat mencoba
    wassalam

    Hehehe…
    Tapi masalahnya kekagumannya itu bos….
    Ane kan udah bilang, ane cuma ngingetin.
    Kalo emang dah pada tau, Alhamdu lillah.
    Tapi kalo ada yg belum tau, terus kejeblos, gmn?
    Emang bukan urusan ane sih. Tapi kasian kan….?

    Cucu ulama besar bukan jaminan, wan.
    Keturunan Nabi aja bisa masuk Syi’ah.

    Cucu ulama besar juga manusia yg bisa salah. Cucu ulama besar juga bisa ngikutin gaya orang kafir. Cucu ulama besar juga ada yg liberal. Apa you ga ambil pelajaran dari cucu ulama besar di Indonesia yg ngediriin organisasi ASWAJA terbesar di Indonesia?

    Sekali lagi, ane cuma mengingatkan dan menyayangkan hal yg justru bisa kontra produktif thdp da’wah ASWAJA. Ane cuma ngingetin aje….
    Ga ada maksud tuh ngejelek2in KH Abdur Rasyid. Justeru ane sayang sama beliau. Entenya aje yg ga tau. Ane juga kan ngikutin pengajian beliau yg digelar tiap Minggu pagi dan hari kamisnya ane ikutin juga lewat radio. Jadi jangan nyindir2 “jangan cuma tabligh akbar hari minggu doank,” Maksud ente apa tuh ngomong begitu? [tabayun mode=on]

    BTW, ente rajin banget nih komen di sini. Rajin juga ga komen terhadap tulisan PKSer yg nyeleneh itu?:mrgreen:

    Kemudian, masalahnya bukan sekedar mereka tetep maulidan, tahlilan dsb atau tidak. Tetapi you tau sendiri deh. Di kalangan pelajar, yg ilmunya belum sekuat bapak2nye, bisa jadi kagum ama Hassan Al-Banna. Terus akhirnya kebawa2 deh ama temen2nya yg PKS. Akhirnya, mereka ga maulidan? Bukan…. Mereka ga tahlilan? Bukan…. Mereka ga bermadzhab, wan. Ane dah pernah ngalamin yg begitu. Padahal sebelum ane SMA, ane dah baca tuh buku KH. Sirojuddin Abbas (40 Masalah Agama). Dan ane kagum berat sama beliau. Tapi tetep aja ane kejeblos. Alhamdulillah, ane masih ngaji di pengajian ASWAJA. Kalo ane spt temen ane yg ninggalin pengajian ASWAJA, ga tau deh jadi ape ane sekarang. Dan salah satu yg mengembalikan ane ke paham bermadzhab adalah yg Tabligh Akbarnya sering diledekin. Ane kunjungin web beliau, dan ternyata banyak juga yg nasibnya spt ane. Setelah membaca penjelasan beliau, ane jadi sadar bahwa ane dah keliru jauh. Ga percuma ane memperhatikan da’wah beliau. Ada hikmahnya juga buat ane. Jalan Allah memang terkadang ga diduga2. Dan ga percuma juga ane pernah ikut tarbiyah PK/PKS. Emang bener, orang bisa kejeblos kepada jahiliyyah, kalo ga tau apa itu jahiliyyah. Orang bisa kejeblos ke PKS kalo ga tau apa itu PKS. Ane dah pernah di PKS. Ane dah tau apa itu PKS. Mudah2an ane ga kejeblos lagi deh. Amin.

  6. ahmad fauzi mengatakan:

    menurut ente cucu ulama aja bisa begitu trus gimane ente wan?khan gimana orangnye
    ente gak usah kuatir cuma karena AlMatsurat n Hasan AlBanna jamaah jadi pada bingung,trus pada sesat,tenang aje wan.majelis taklim banyak,habaib banyak.Karamah pak Kyai menjaga itu semua,setuju?
    Alhamdulillah ente rutin ngaji wan,kalo ane boleh saran baiknya dipakai ilmunya kalo mo mengingatkan seseorang sesuai dengan kedudukan n caranya,klo mo ingetin sesuatu langsung ke orangnya aja wan gak usah berkoar2 di blog,bisa dibilang gak gentle ente
    Ane gak perkarain tuh wahabi2 ane gak ade urusan,ane gak peduli ama tuh wahabi2,selama masih banyak habaib2 gak bakalan tuh pada sukses.
    ane cuma perkarain tulisan ente,itu aja intinya,syukur dah kalo ente udah tobat dari PKS,Alhamdulillah Allah kasih ente hidayah buwat keluar dari faham2 sesat,ane doain ente istiqomah,jadi bisa sama2 jadikan jakarta kota Sayyidina Muhammad,ane tau ente satu majelis ama ane di almunawar wan,so chill out aja…..amin

    Ane ngeliat KH Abdur Rasyid itu sebagai korban PKS wan. target utama ane dalam tulisan itu adalah PKS. Antum baca lagi dg seksama. Ane ingin mengatakan supaya hati2 terhadap PKS. Karena PKS dah menyusup ke mana2 termasuk ke pengajian di Al-Barkah. Buktinya? Ya, itu….
    Jadi, ane liat, antum cuma salah paham aja…
    Wajar… antum kan manusia, wan🙂
    Ane bukannya mau berkoar2 : “Woi, hati2, KH Abdur Rasyid itu sesat!”
    Kagak, wan…

    Kalo soal gentle ga gentle, ane ga peduli, wan.
    PKS juga sering kok bersikap seperti banci.
    Lagian, apa hebatnya sih dibilang “jantan”.
    Banyak kok orang yg sok jantan, tapi hasilnya malah konyol.
    Ada orang yg ngerokok supaya dibilang jantan.
    Ada orang yg ikut tawuran supaya dibilang jantan.
    Ada orang yg tepuk dada sambil berkata “Ini dadaku, mana dadamu” supaya dibilang jantan.
    (ente inget ceramah KH Abdullah kan? beliau bilang, itu perbuatan sombong, wan. Ente tau siapa yg ngomong “iki dadaku, endi dadamu”? Soekarno, wan🙂 )

    Ane cuma pengamat MR doang, wan. Jadi, afwan kalo antum ga bisa ketemu ane di Al-Munawar. Ane ga kuat begadang. Kadang jm 8 malam aja ane dah tepar.

  7. ahmad fauzi mengatakan:

    mmmh..,trus kapan ente mo tabayun ke pak Kyai,besok mungkin,pengajian hari minggu?
    o iya sekalian dihapus tulisannya,..monggo
    terimakasih

    🙂 Saya tidak akan menghapus tulisan itu, karena saya merasa bahwa itu tidak memuat masalah. Sebagaimana Anda juga menganggap bahwa membagi2kan alma’tsurat itu bukan masalah.

    Soal tabayyun, silahkan Anda saja yg sampaikan kepada pak Kiyai. Anda kan lebih dekat dg beliau. nanti kalau saya yg tabayyun, rasanya gimanaa gitu. Abis itu, silahkan publikasikan di sini klarifikasi dari beliau. Setelah itu, terserah pengunjung deh mau menilai bagaimana.

    Masing2 orang punya pendapat. Saya punya pendapat, Anda punya pendapat, pak Kiyai punya pendapat. Saya ga memaksakan pendapat saya ini harus Anda akui kebenarannya.

    Kita semua sudah dewasa. Sebagaimana Anda juga menganggap bahwa jama’ah juga sudah pada dewasa, sudah tahu mana yg benar dan mana yg salah. alma’tsurat, menurut Anda tidak berpengaruh buruk pada jama’ah. Saya juga berpendapat bahwa tulisan saya di atas tidak akan berpengaruh buruk pada jama’ah. Jadi, semua baik2 saja toh?

  8. ahmad fauzi mengatakan:

    tabayun?hehe..lha knape jadi ane yg d suruh tabayun,yang mulai siape?, pengecut ente

    🙂 yo’i, ane emang pengecut dan pecundang. ente emang hebat, pemberani, dan pemenang.

    hehehe…
    harusnya dah jelas, ane ga perlu tabayun apa pun kepada KH. Abdul Rasyid. Karena ane ga menuduh apa2 terhadap beliau. Justeru antum yg harusnya tabayun ke ane sebelum antum menuduh ane bahwa ane menuduh sesuatu terhadap KH Abd Rasyid. Masa’ belum paham juga sih….?🙂

    Terserah ente deh mo ngomong apa.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2016
M S S R K J S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

%d blogger menyukai ini: